JEMBER UPDATE NEWS

Camat Tanggul Blusukan Kunjungi Warga Miskin Yang Di Kabarkan Sedang Sakit

Foto : Istimewa (*).

JEMBER UPDATE - Camat Tanggul langsung merespon adanya informasi mengenai warganya bernama Mbah Sami, seorang janda 65 tahun yang hidup seorang diri tanpa anak dan suami dengan keadaan sakit jiwa tidak permanen.

Selasa (10/12), Muhammad Ghozali berkunjung ke kediaman Mbah Sami di Dusun Curah Putih RT/RW 04/07 Desa Patemon Kecamatan Tanggul. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Perangkat Desa Patemon, Petugas TKSK dan petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Tanggul.

"Kami ingin mengetahui secara langsung kebenaran informasi bahwa di Desa Patemon ada warga sakit jiwa yang kondisinya memprihatinkan," ujar Camat Tanggul Muhammad Ghozali.

Setelah dilakukan kroscek secara langsung kata Ghozali, dirinya mendengar kisah Mbah Sami dari para tetangga. Ia menuturkan, selain hidup sendiri Mbah Sami juga menumpang tanah dari seorang tetangga. Lima tahun lalu anaknya menjual tanah yang ada di Dusun Curah Putih, setelah itu anaknya tidak pernah mengunjungi Mbah Sami sedangkan untuk bertahan hidup, Mbah Sami mengandalkan belas kasih tetangga.

"Kami berupaya tahun ini Mbah Sami mendapatkan program rehabilitasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dari Dana Desa (DD) dan catering untuk janda miskin. Insya Allah Bapak Kepala Desa siap akan menyegerakan rehabilitasi rumahnya," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Ghozali yang bersama petugas medis langsung mengecek kesehatan Mbah Sami, dirinya mengaku petugas TKSK dan petugas medis telah mengecek kondisi kesehatan Mbah Sami secara berkala.

"Kami akan terus memantau kondisi si mbah, untuk sementara beliau tinggal di sini dengan pantaun intens dari petugas. Adapun untuk bantuan Rastra sudah rutin diterima,” tegasnya.

Ghozali menambahkan pentingnya tahapan Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dengan melibatkan dan menghadirkan semua elemen masyarakat serta seluruh instansi secara sungguh-sungguh, menampung dan memperjuangkan aspirasi dengan skala prioritas, sehingga tidak ada yang terlewati.

"Untuk itu, sinergitas menjadi sebuah keharusan dalam mengegolkan target yang akan dicapai, yaitu PR (Pekerjaan Rumah, Red) untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesehatan," pungkasnya. (Ji/rif).

No comments