JEMBER UPDATE NEWS

Tingkatkan Kompetensi D2, Menristekdikti Dorong Untuk Lanjutkan Pendidikan Dengan Bentuk Akademi Komunitas

Foto : Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat lakukan menandatangan prasasti Lauching Akademi Komunitas Assunniyyah kencong jember di SMK Kelautan dan Perikanan puger.(sd).

JEMBER UPDATE –  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir terus berupaya Untuk bisa meningkatkan kompetensi ditingkat diploma 2 (D2) terhadap para lulusan SMK Se Indonesia, untuk melanjutkan pendidikannya dengan membentuk akademi komunitas.

Seperti yang berlangsung pada kegiatan Lauching Akademi Komunitas Assunniyyah kencong jember di SMK Kelautan dan Perikanan puger, Kamis (10/09/2019) sore.

Foto : Saat disambut siswa siswi SMK Kelautan dan Perikanan Puger dihalaman.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir usai meresmikan Akademi Komunitas Assuniyah menyampaikan, Bahwa dengan adanya akademi komunitas dibasiskan dengan pondok pesantren, sehingga dilakukan sinergi, antara SMK yang berlatarbelakang ilmu kelautan itu, dengan Pondok Pesantren Assuniyah, Kencong.

“Akademi komunitas berbasis pesantren ini, antara SMK Perikanan dan Kelautan yang sudah cukup bagus kurikulum pendidikannya ini, yang kita dorong untuk meningkatkan kompetensinya dengan bersinergi bersama Pondok Pesantren Assuniyah. Harapannya, lulusan ini akan dapat sertifikat kompetensi pada level diploma 2,” ujar

Nasir menambahkan, bahwa Setelah nantinya tingkatan kompetensinya diploma 2, kata Nasir, bisa langsung diteruskan ke diploma 3 atau bahkan diploma 4. “Bahkan kalau sampai diploma 4, bisa mendapat (gelar) sarjana terapan, bisa lanjut S2 terapan, atau magister terapan, bahkan juga lanjut lagi S3 terapan, atau doktor terapan,” Imbuhnya.

Dengan mendapat sertifikat kompetensi diploma 2 ini, katanya, lulusannya otomatis langsung dapat bekerja. “Tidak lagi training (pelatihan terlebih dahulu jika lulusan SMK biasa). Tapi dengan mendapat sertifikat diploma 2 ini, langsung kerja. Jadi langsung kerja. Bahkan gurunya atau dosennya, harus terdiri dari akademisi, dan industri, karena berkaitan langsung. Seperti Akademisi Komunitas Jurusan Nautika Tehnika (di SMK Perikanan dan Kelautan Puger), berarti orang perkapalan yang bisa mengajar,” jelasnya.

Selain itu, Nasir menuturkan jika untuk di Kabupaten Jember baru 2 SMK yang memiliki konsep lanjutan Akademi Komunitas. “Yakni di SMK Al Hasan- Panti, dengan Akademi Komunitas Kopi, dan di sini (SMK Perikanan dan Kelautan Puger),” tuturnya.

Namun demikian, pria yang bergelar Profesor ini mengingatkan, terkait kewenangan untuk peningkatan daya saing pendidikan SMK adalah wilayah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Tetapi untuk ini (Akademi Komunitas), saya upgrade (tingkatkan, red) jadi SMK yang quality tidak baik, menjadi baik, dari yang baik menjadi lebiih baik. Karena dosennya saja dari orang industri, tidak hanya dosen biasa. Sehingga prakteknya nanti 70 persen, dari aspek sainsnya sisanya itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Kuntjoro Dhiya’uddin mengatakan, untuk di sekolah kejuruan yang dipimpinnya, bersinergi dengan Ponpes Assuniyah, Kencong. “Nanti Kampus satunya di Ponpes Assuniyah Kencong, dan di sini (SMK Perikanan dan Kelautan) jadi Kampus duanya. Karena di sesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada,”ujarnya.

Terkait jumlah peserta didik yang nantinya akan diserap. “Sebagai tahap awal, sekitar 20 sampai 30 orang tiap jurusan. Karena untuk awal, kita ingin menghasilkan kualitas dari hasil program ini. Jadi tidak terlalu banyak mencari siswa. Mungkin yang kita utamakan adalah lulusan dari SMK kami,” jelasnya.

Untuk jurusannya ada 5 nantinya. “Nautika Kapal Ikan, Tehnika Kapal Ikan, Pengolahan Hasil Ikan Laut, Budidaya air laut dan payau, dan desain perkapalan,” sebutnya.(tim*).

No comments