JEMBER UPDATE NEWS

Sadarkan Masyarakat Akan Tanggap Darurat Bencana Alam, Pemprov Jatim Gelar Simulasi Tanggap Bencana

Foto : saat simulasi tanggap darurat bencana alam. (Red.).

JEMBER UPDATE - Untuk mengatisipasi tanggap darurat bencana alam diwilayah Jawa timur, pemerintah provinsi jawa timur melalui kesatuan pramung praja melakukan simulasi pemberdayaan peran dan kesiapsiagaan Satlinmas dan Masyarakat dalam penanganan tanggap darurat bencana.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah provinsi jawa timur yang bertempat dikabupaten jember. berlangsung di lapangan kecamatan sukorambi kabupaten jember, Kamis (25/07/2019). Dengan memperagakan situasi tanggap darurat saat bencana alam menimpa.

Pada kesempatan tersebut, Kasat pol PP provinsi Jawa timur Budi Santosa menyampaikan bahwa target dari simulasi ini tujuannya ialah bersama tanggap darurat bencana alam, agar masyarakat yang ada di daerah bencana mengatahui. Jika indonesia sendiri merupakan wilayah tropis dengan pertemuan antar lempeng digaris pantai kita.

"Target dari simulasi ini yaitu bersama tanggap darurat, supaya masyarakat tau karena wilayah indonesia sendiri tropis, lempengannya juga jelas lempengan austrasilia, terus asia dan pasifik. Serta pasti di indonesia ini kan banyak bencana," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Budi tersebut menjelaskan, di jawa timur sendiri ada beberapa bencana yang luar biasa, dimana ada ribuan bencana alam yang terjadi diwilayah indonesia ini.

"sedangkan di jawa timur aja berapa bencananya luar biasa, ada 3000 lebih di jawa timur yang merupakan wilayah indonesia. Yang mana Jawa timur ada empat ratus ke atas semua, yang mana pada tahun 2018 ada 409," jelasnya.

Dikabupaten jember ada 12 titik rawan bencana alam yang berada di wilayah pedesaan, untuk itu masyarakat harus sadar akan tanggap darurat bencana bencana tersebut.

Oleh karenanya, Beliau menghimbau kepada masyarakat untuk lebih peka serta tanggap terhadap bencana alam yang berada di wilayah rawan tersebut.

"Untuk masyakarat jawa timur harus sadar khususnya banjir, terus longsor,  cegah tsunami, gempa bumi dan juga ada kesalahan technologi karena memang Bencana alam sama alam banyak, makanya masyarakat harus sadar dan kalau bisa tanggap bencana alam tersebut," Pungkasnya. (Sid/rif).


Tidak ada komentar