JEMBER UPDATE NEWS

Bupati Faida Beri Pengarahan Langsung Terhadap 22 PTT Yang Lolos CPNS 2019


JEMBER UPDATE - Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, kembali memberikan pengarahan kepada 22 PTT (Pegawai Tidak Tetap) bidan yang lolos CPNS pada tahun 2019.

Pengarahan yang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr. Hj. Nurul Qoomariyah tersebut, berlangsung di ruang Tamyaloka Pendopo Wahya Wibawagraha Pemkab Jember Rabu (10/4/2019) pagi.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan, bahwa pemberian pengarahan ini setelah selesainay pemberkasan CPNS dari bidan, diharapkan dengan adanya tambahan 22 bidan di Jember ini, angka kematian ibu dan bayi di Jember bisa berkurang.

“Alhamdulillah hari ini pemberkasan untuk 22 bidan CPNS 2019 sudah selesai, dan sudah kita beri pembekalan dan pengarahan, tugas bidan itu sangat berat, mereka harus siap 24 jam dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, dan harapan kami dengan tambahan bidan ini, angka kematian ibu dan bayi bisa berkurang semaksimal mungkin,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Lebih jauh Bupati Faida MMR menuturkan bahwa rekrutmen bidan pada CPNS 2019 ini tidak ada pungli dan benar-benar program pemerintah, sehingga pengarahan ini untuk memastikan jika ke 22 bidan ini tidak dipungli.

"Pengarahan ini juga untuk memastikan jika mereka direkrut sesuai program pemerintah dan tidak ada pungli atau tarikan biaya-biaya, kalau kemudian hari ditemukan adanya pungli, maka kami tak segan untuk mencabut SK nya,” tutur Bupati.

Oleh karenanya, Bupati Faida MMR mengingatkan, agar ke 22 yang dinyatakan lolos CPNS pada tahun 2019 siap ditempatkan di mana saja, tanpa harus pilih-pilih tempat, “Mereka nanti akan ditempatkan sesuai kebutuhan, tidak boleh pilih-pilih, karena mereka diangkat sebagai CPNS untuk pengabdian kepada masyarakat,” pesan Bupati.

Sementara kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr. Hj. Nurul Qomariyah, pada kesempatan tersebut juga mengatkan, bahwa bidan-bidan yang lolos CPNS ini akan ditempatkan sesuai dengan keahlian masing-masing dan kebutuhan tenaga kesehatan di Jember.

“Nanti mereka akan kita tempatkan sesuai kebutuhan, kalau di ada desa yang perlu ada bidannya ya kita tempatkan di desa, bisa juda mereka akan kita tempatkan di Puskesmas induk yang ada di kecamatan, yang penting tugas utama adalah memberikan pelayanan kesehatan dan bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Jember,” pungkas Nurul. (Sid/rif).

Tidak ada komentar