JEMBER UPDATE NEWS

Bupati Faida Lantik Dua JPT Lingkup pemkab Jember


JEMBER UPDATE - Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melantik dua pejabat pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.

Pelantikan berlangsung di pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (07/022019). Dimana Dua pejabat yang dilantik yakni Isman Sutomo, SH., M.Si sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah dan drh. Andi Prastowo, M.Si sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan.

Dalam hal ini, Bupati Faida MMR menyampaikan dalam pidato pengarahannya, bupati mengingatkan pejabat yang dilantik untuk mengambil kesempatan dengan berbuat baik, mengendalikan diri, dan menolak korupsi maupun pungli."Ambillah kesempatan berbuat baik dalam jabatan. Kendalikan diri, berkata tidak pada korupsi dan pungli. Berada dalam barisan tegak lurus atau keluar dari barisan tegak lurus dab Mereka yang beriman menyadari bahwa jabatan hanyalah sementara." Ujarnya.


Bupati juga mengatakan, bahwa pejabat yang kesulitan tegak lurus untuk membuat surat pengunduran diri sebelum celaka dan menjadi penyesalan di kemudian hari."Bagi pejabat yang mendekati masa pensiun, bupati mendorong untuk tetap bekerja dengan baik. Sebab, jabatannya masih sama dengan yang lain, dan bisa pensiun dengan terhormat." Ungkapnya.

Sementara itu, pada saat wawancara, Bupati Faida mengatakan, pelantikan ini khusus hanya pelantikan eselon dua, yaitu pimpinan tertinggi di organisasi perangkat daerah (OPD). Jabatan ini berkuasa atas anggaran yang begitu banyak.

Dia menambahkan, bahwa sudah terkenal ada dinas basah - dinas kering. Penyebutan dinas basah dan dinas kering, kata Bupati, adalah mereka yang memang ingin dapat kesempatan atau manfaat pribadi dari anggaran."Bagi saya, amanat itu tidak dikaitkan dengan dinas basah atau dinas kering. Ini tidak berlaku disini," Imbuhnya.

Bupati mengaku ada temuan semacam itu. Pejabatnya pun telah diberikan teguran dan peringatan "Namanya juga membuat suatu perubahan, memang perlu bertahap. Saya dan wakil bupati berkomitmen sekuat tenaga," ujarnya.

Bagi bupati, sudah selayaknya pimpinan mengingatkan anggotanya. Jangan sampai tergoda dengan pihak internal maupun eksternal, karena sudah banyak yang terkena operasi tangkap tangan aparat."Saya tidak ingin ada yang menyesal gara-gara menjabat sebagai kepala dinas eselon dua, mempunyai kewenangan yang besar terhadap anggaran, kemudian celaka gara-gara tidak bisa mengendalikan diri," jelasnya.

Oleh karenanya, Beliau menegaskan, ada dua pilihan. Yakni menjadi satu komando dalam tegak lurus atau keluar dari barisan. “Keluar dari barisan berarti macam-macam. Seperti tertangkap, atau pensiun dini secara terhormat,” Tandasnya.(tim*).

Tidak ada komentar