JEMBER UPDATE NEWS

Bupati Faida : Tempuh Jalur Nonlitigasi Di Kemenkumham Terkait Penolakkan Tambang Emas Blok Silo


JEMBER UPDATE - Dengan tidak kepuasaan atas mengirimkan surat ke sejumlah pihak terkait yang berkompeten,Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR ,menempuh jalur sidang mediasi nonlitigasi terkait penolakan tambang emas blok silo di kementerian Hukum dan Ham.

Jalur mediasi Nonlitigasi tersebut,berlangsung pada hari,jum'at(14/12/2018) sore.dengan terdapat agenda sidang pemeriksaan dan penyelesaian sengketa sesuai dengan peraturan serta perundang-undangan di jalur nonlitigasi, yang nantinya akan menghasilkan sebuah rekomendasi.

Dalam hal ini, materi pokok yang disengketakan adalah terbitnya Keputusan Menteri ESDM No. 1802 tanggal 23 April 2018 soal Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) Blok Silo seluas 4000 ha lebih dengan jenis pengusahaan bahan mineral logam emas.


Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR ,mengatakan jika jalur yang ia lakukan tersebut,merupakan satu jalur yang resmi dan di sediakan oleh pemerintah,guna mengatasi masalah - masalah seperti yang ada di kabupaten jember."iya ini adalah jalur resmi yang disediakan pemerintah untuk mengatasi masalah seperti di jember,yaitu dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Kementerian ESDM tentang tambang emas blok silo,dimana yang tidak di inginkan oleh masyarakat silo dan sementara kewenangan izin sudah dipindahkan dari kabupaten ke provinsi." Ungkapnya.

Lanjut Dia Menjelaskan jika dengan ditariknya kewenangan bupati terhadap keluarnya WIUP tersebut kepada provinsi,maka terjadi lah hal - hal yang tidak kita inginkan tersebut,"terkait terbitnya SK kementerian ESDM hanya atas rekomendasi dari gubernur jawa timur."jelasnya.

Kemudian Dia menambahkan bahwa masalah - masalah yang berkaitan dengan undang - undang dan peraturan - peraturan pemerintahan,bisa dibawa ke sidang mediasi non litigasi."ini memang formil karena beberapa masalah terselesaikan dengan sidang ini, ini adalah upaya maksimal dari pemerintah kabupaten jember upaya bupati dan wakil bupati membawa aspirasi masyarakat,dimana Sejatinya bukan tidak ingin hanya ingin ada lelang dan sebagainya."imbuhnya.

Oleh karenanya,Beliau berharap dengan sidang mediasi tersebut, bisa menyelesaikan masalah dan menjadikan pertimbangan dari kementerian ESDM, untuk meninjau kembali karena sejatinya masyarakat jember khususnya silo tidak ingin ada blok tambang emas di silo."Sejatinya kami menyayangkan bahwa keinginan masyarakat silo itu adalah hanya ingin tetap dalam di jalur pertanian,agro bisnis industri tetapi dengan adanya blok silo ini membuat satu keresahan yang luar biasa."pungkasnya.(bas/rif).

Tidak ada komentar