JEMBER UPDATE NEWS

Bupati Faida : Sebagai kota Yang sangat religius Dengan UMKM Serta Perbankan Syari'ah


JEMBER UPDATE - Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menghadiri acara Pameran Perbankan Syariah dan UMKM, Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-5.

Dimana acara tersebut berlangsung di Lippo plaza Jember,Minggu (02/12/2018) pagi.yang pada kesempatan tersebut,Bupati menuturkan, banyak alternatif perbankan yang bisa diambil masyarakat Jember, karena bank syariah sudah ada di mana-mana.

“Sekarang lebih banyak lagi alternatif bagi masyarakat Jember, karena mulai banyak cabang-cabang perbankan syariah atau perbankan Islam. Bahkan saat ini ada BPR syariah,” ujarnya Bupati Faida.

Lebih lanjut, pihaknya turut mengapresiasi peran dari Bank Indonesia (BI) yang berupaya menghadirkan festival-festival seperti Perbankan Syariah dan UMKM. Karena bagi Faida, Jember dikenal sangat religius dan sebagian besar masyarakatnya adalah santri.

“Sebagai kota yang sangat religius, banyak pondok pesantren dan santri saya mengapresiasi BI yang telah memfasilitasi festival perbankan syariah dan UMKM. Ini kegiatannya bervariasi, termasuk ada sosialisasi dari para pakar di forum seminar. Tentunya mengedukasi wawasan tentang bank yang syariah,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Bupati Faida, dengan terus mensosialisasikan program perbankan syariah maka secara tidak langsung akan mendorong minat warga masyarakat untuk dapat menggunakan layanan perbankan syariah. Terkait potensi UMKM, komitmen Presiden Joko Widodo tak diragukan lagi.

“Regulasi memang sangat mendukung, akan dilahirkan UU kewirausahaan yang akan mendukung UMKM kita dengan regulasi, manajerial dan edukasi. Kita berkomitmen bahwa untuk perizinan perkelompok sesuai dengan kebutuhan, maka kita akan dukung,” jelasnya.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo mengatakan, agar hasil-hasilnya bisa terukur dan sistematis, maka pihaknya melakukan awareness terhadap masyarakat.

“Kita sudah melakukan awareness kepada masyarakat, dengan pengembangan penelitian dan segala macamnya. Tapi memang masing-masing daerah berbeda-beda, ada yang pertumbuhan ekonomi syariahnya cepat, ada pula yang tidak,” pungkasnya.(kr/bas/rif).

Tidak ada komentar