JEMBER UPDATE NEWS

Bupati Faida Bersama Wabup Muqit Arief Temui Masyarakat Silo dan Menegaskan,Tolak Tambang Emas Di Silo Serta Cabut SK Menteri ESDM


JEMBER UPDATE - Bupati jember dr.Hj.Faida MMR bersama Wakil Bupati KH.A.Muqit Arief beserta Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menemui langsung para demonstran yang terkabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Silo ( FORMASI ) dengan menggelar Aksi Damai terkait penolakkan tambang emas blok silo Jember.

Pertemuan tersebut,berlangsung di depan pemkab jember,Senin(10/12/2018) siang,dengan ribuan masyarakat silo yang ikut turun jalan serta perwakilan DPRD Jember guna menerima aspirasi masyarakat silo.

Penolakan terhadap tambang di silo tersebut,terkait dengan surat keputusan(SK) menteri Enenrgy Sumber Daya Mineral (ESDM) lampiran 4 tentang Eksplorasi tambang emas di blok silo.

Dalam hal ini,Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR menyampaikan ke sejumlah awak media saat di wawancara,bahwa yang pertama,ini memang aspirasi masyarakat silo yang tampak sekali bulat satu suara,yaitu mereka tidak menginginkan adanya blok silo,dimana kemaren muncul dari SK menteri ESDM dan mereka menginginkan dicabut lampiran 4 SK menteri ESDM tentang blok silo tersebut.

"Hari ini ribuan masyarakat silo,alhamdulillah tertib,saya berharap ini sampai nanti kembali kerumah masing - masing bisa tertib selamat semuanya,namun ini sudah puncak telah bertahun - tahun konsisten tolak tambang."ujarnya bupati.

Lanjut,Dia menjelaskan,bahwa dirinya berharap dari pemerintah pusat membantu pemkab jember,supaya jember ini kondusif,agar masyarakat bisa kembali kepada tugas usahanya masing - masing."Mereka menginginkan agro bisnis serta mereka menginginkan sawah ladang pertanian yang menjadi priotas pembangunan,masyarakat silo tidak ingin ada tambang di silo."jelasnya.

Oleh karenanya,Beliau mengatakan bahwa untuk pencabutan lampiran 4 SK tersebut,memerlukan rekomendasi dari provinsi dan sampai hari ini pemkab jember belum mendapatkan rekomendasi tersebut,tampaknya memang provinsi belum berkenan untuk memberikan rekomendasi tersebut."kami akan mengajukan mediasi non lintigasi ke kementarian hukum dan Hak asasi manusia,untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dan Kami menginginkan untuk dimediasi,sehingga segera dapat dicabut lampiran 4 SK menteri ESDM tentang blok silo,masyarakat jember tidak ingin ada Eksplorasi tambang di jember."pungkasnya.(bas/kr/rif).

Tidak ada komentar