JEMBER UPDATE NEWS

Bupati Faida Realisasikan Dan Closing Program 2002 Unit Rumah Bersubsidi Untuk MBR


JEMBER UPDATE - Rumah yang menjadi tempat tinggal keluarga mesti mampu meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Fasilitas yang memadai dan lingkungan penting untuk menjadi perhatian.

"Persoalan tidak selesai ketika rumah sudah diserahterimakan," kata Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. dalam sambutan pada acara Closing Program 2002 Unit Rumah Bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di RM New Sari Utama.Jum'at(30/11/2018).

Program 2002 Rumah Bersubsidi untuk MBR merupakan inisiasi Bupati Faida. Program ini dijalankan tahun 2018. Target tersebut terlampaui, hingga 2071 unit rumah.


"Tapi, bagaimana ketika dihuni, rumah tersebut bisa meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan orang orang yang menghuni," katanya.

Hidup sejahtera di suatu kota tidak cukup hanya memiliki rumah. Tapi, bagaimana tinggal di rumah tersebut dalam keadaan aman, tentram. Fasilitas berjalan lancar, seperti air tidak macet serta kompleksnya indah dan bersih.

Kehidupan seperti itu memerlukan lingkungan yang sehat. Kebersihan harus dijaga. "Masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama," tuturnya.

Bupati berharap tahun depan bisa merealisasikan dengan jumlah yang lebih banyak, dengan target 3003 rumah.

Pemkab Jember akan memfasilitasi dengan pelayanan IMB tanpa tambahan biaya. Hanya pajak.  Termasuk fasilitasi Badan Pertanahan Negara (BPN) dalam pelayanan pemenuhan sertifikat perumahan.

Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Jember, Didik Bangun Restu Aji SH. menerangkan, target 2002 rumah merupakan target dari Bupati Faida.

Per 28 November 2018 berhasil terealisasi sebanyak 2071 unit rumah bersubsidi, dengan total realisasi sebesar Rp. 224 milyar.  Pengembang yang berpartisipasi dalam program ini sebanyak 40 developer dengan 52 unit proyek perumahan.

"Kegiatan ini juga memberikan efek kepada penyerapan tenaga kerja, menimbulkan peningkatan ekonomi, seperti penyediaan bahan bangunan," terangnya.

Uang pembelanjaan bahan bangunan beredar di Jember. Seperti penggunaan genteng beton dari Kecamatan Wuluhan, bata merah dari Kecamatan Pakusari, pasir dari Kelurahan Wirolegi Sumbersari.

Kayu berasal dari Kecamatan Sukowono, Semen Puger, triplek dari Kecamatan Bangsalsari, cat tembok dari Kecamatan Balung,dan  tenaga kerja berasal dari Kecamatan Mumbulsari dan sekitarnya.

Sementara itu,Ketua DPD REI Jatim Ir Danny Wahid menyebut kerjasama dengan Pemkab Jember untuk menyediakan perumahan ini sangat luar biasa.

"Jarang sekali di kabupaten lain yang berhasil. Jika ada salah satu yang tidak sinkron saja, tidak akan berhasil. Ternyata di Kabupaten Jember berhasil dengan baik," terangnya.

"Dimana rumah itu ada, ada kemajuan ekonomi yang meningkat, maupun kehidupan berumah tangga itu pasti akan lebih baik," tuturnya.

Menurutnya, Program 2002 Rumah ini memiliki dampak luar biasa bagi pengembangan ekonomi Kabupaten Jember. Karena, ketika pembangunan rumah dibangun, maka peningkatan industri barang mengikuti, juga peredaran uang pastinya di Kabupaten Jember.(tim*).

Tidak ada komentar