JEMBER UPDATE NEWS

BKN SURABAYA SIMULASIKAN PEMETAAN PELAKSANA BERBASIS CAT DI JEMBER


JEMBER UPDATE - Dalam Pemetaan Kompetensi Jabatan Pelaksana berbasis CAT wilayah kerja kantor regional II BKN Surabaya.yang digelar oleh Kepala kantor regional II BKN surabaya di Pendopo Wahya Wibawagraha Jember,Selasa(25/09/2018).

Adapun dalam pemetaan tersebut,diselenggarakan untuk wilayah kerja kantor regional 2 BKN surabaya yang merupakan seluruh se jawa timur dengan kuota 7500 pegawai pelaksana yang terbagi dalam 39 isntansi diwilayah Jawa timur.

Dalam hal ini,Kepala kantor regional II BKN surabaya Tauchid Djatmiko.SH.M.si pelaksanaan menyampaikan jika ini selenggarakan dibeberapa titik lokasi yaitu pemekasan untuk wilayah madura dan ada yang dikantor regional 2 surabaya untuk provinsi jawa timur kota surabaya dan kabupaten jombang.

"Sedangkan untuk lamongan untuk pantura yang terdiri  dari tuban,bojonegoro dan lamongan.trus untuk diwilayah madiun untuk keresidenan madiun,kita pusatkan dizona madiun."ujarnya.


"Untuk wilayah kerja kediri yakni kota kediri,tulungagung dan wilayah kerja kabupaten kota yang dekat dengan kediri.Dimalang yang termasuk malang raya terdiri dari belitar dan kabupaten kota belitar."jelasnya.

Lalu lanjut, ia menjelaskan jika untuk jember sendiri ini tergabung keresidenan jember yakni kota probolinggo dan kabupaten probolinggo serta kabupaten jember.namun,untuk lumajang sendiri memang karna menyelenggarakan sendiri.lalu Banyuwangi terdiri dari sitobondo,bondowoso dan banyuwangi sendiri.

Selain itu, ia pun menerangkan jika Kami pelaksanaan pemetaan kompentesi ini disebar sebagai ajang juga uji coba nanti dalam istilah gladi kotor pelaksanaan CPNS dalam kesiapan pelaksanaan CPNS,sehingga kita simulasikan dulu dalam acara pemetaan ini.

"Khusus subtansi pemetaan kompetensi pelaksana ini dimaksudkan untuk kita mengetahui peta kompetensi pelaksana ini,dimana isunya pelaksana itu menjadi beban birokrasi."terangnya.

Kemudian ia berharap dengan membuktikan peta tersebut,semua akan mengetahui petanya kompetensi pelaksana ini,yang mana memang menjadi beban atau tidak dalam birokrasi.

"Karna saya yakin bahwa tanpa pelaksana ini,birokrasi akan lumpuh.Jadi kita ingin petakan mungkin ada yang salah tempat,dia mempunyai kompetensi
tapi tidak cocok dijabatan tersebut."pungkasnya.(Bas/Rif).

Tidak ada komentar